Senin, 08 November 2010

Manusia, Individu, Keluarga, dan Masyarakat

RAHMAD FADLI

55410557
 
 Manusia, Individu, Keluarga, dan Masyarakat


I. Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

II. Individu
Individu berasal dari kata latin yang berarti "individuum" yang artinya "tak terbagi".dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang mejemuk, memegang peran dalam pergaulan hidup manusia. dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi hidup manusia.Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: menyimpang dari norma kolekif kehilangan individualitas atau takluk terhadap kolektif, dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.mencari titik optimum antara dua pola tingkah laku dalam situasi yang senantiasa, memberi konotasi "matang" atau "dewasa" dalam konteks sosial

III. Pertumbuhan 
Perubahan adalah suatu perubahan yang arahnya menuju kedewasaan.menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi  berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi.pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian.bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedang keseluruhan ada pada kemudian.bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi

III.I. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.
- Pendirian Nativistik
- Pendirian Empiristik
- Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
- Tahap pertumbuah individu berdasar psikologi
 


IV. Keluarga
Keluarga adalah suatu unit/satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dari masyarakat. kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu, sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. tidaklah dapat dipungkiri bahwa sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja. Banyak hal-hal mengenai kepribadian yang dapat dirunut dari kelurga, yang pada saat ini sering dilupakan orang. Perkembangn intelektual akan kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan dipisahkan dengan masalah keluarga. 
Keluarga biasanya terdiri dari suami, istri dan anak-anaknya. anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat mengenal arti diri sendiri, dan kemudian belajar melalui pengenalan itu. apa yang dilihatnya, pada akhirnya akan memberikan suatu pengalaman individual. dari sinilah ia mulai dikenal sebagai individu. individu ini pada tahap selanjutnya mulai dirasakan bahwa tekah ada individu-individu lainnya yang berhubungan secara fungsional. Indivudu-individu tersebut adalah keluarga yang memelihara cara pandang dan cara menghadapi masalah-masalahnya, membinanya dengan cara menelusuri dan meramalkan hari esoknya, mempersiapkan pendidikan, keterampilan dan budi pekertinya.

IV.I. Pengertian fungsi keluarga
dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan.suatu pekerjaan atau suatu tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilakukan didalam atau oleh keluarga itu.


IV.II. Macam-macam fungi keluarga
Pekerjaaan-pekerjaan yang harus dilaksanakn oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu :
- Funsi biologis
- Fungsi pemeliharaan 
- Fungsi ekonomi
- Funsi keagamaan
- Fungsi sosial


V. Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam kehidupan lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi dua :
- Masyarakat sederhana
- Masyarakat maju
sedangkan dalam lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan menjadi dua juga :
- Masyarakat non industri
- Masyarakat primer


Tidak ada komentar:

Posting Komentar